Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Ini Bahayanya Skip Challenge Yang Lagi Jadi Tren ABG

Bttindo.com - Skip Challenge atau pass out challenge tengah jadi tren di kalangan anak sekolah. Seseorang menekan dada temannya yang sedang menahan napas hingga kehilangan kesadaran. Jika temannya kejang-kejang dan pingsan, maka mereka tertawa-tawa senang.


Sebetulnya tren ini sudah muncul sejak tahun 2008, Skip Challenge kembali jadi viral beberapa minggu belakangan.

Aksi ini sebenarnya sangat berbahaya. Menurut IU Health Pediatrician, Dr. Michael McKenna, pass out challenge dapat meningkatkan detak jantung secara drastis. Bahaya fatal dari game yang juga sering disebut sebagai choking game atau space monkey ini adalah kematian. Sebab praktik game ini adalah untuk memutus aliran oksigen ke otak yang membuat seseorang pingsan seketika.

"Kapan pun seseorang berusaha mengganggu aliran oksigen ke otak hal itu menimbulkan risiko yang besar. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan juga kerusakan otak." ujar Dr. McKenna seperti dikutip Kapanlagi dari fox59.com.

Rupanya ucapan Dr. McKenna telah terbukti dengan kematian seorang anak berusia 11 tahun di South Carolina, Amerika Serikat. Bocah bernama Davorius Gray meninggal karena melakukan Pass Out Challenge atau Skip Challenge ini.

Anggota DPR Kaget Ada Guru TK Digaji Rp75 Ribu

Anggota DPR Kaget Ada Guru TK Digaji Rp75 Ribu
Baca Berita - Ketua Badan Legislasi DPR Sareh Wiyono menemukan guru TK di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang berpenghasilan Rp75 ribu sampai Rp150 ribu bulan.

"Bantuan intensif dari pemerintah juga sangat minim, belum lagi tidak adanya anggaran daerah untuk pengembangan pendidikan TK," katanya, Jumat (13/11/2015).

Anggota Komisi II DPR/MPR itu melakukan kunjungan kerja perorangan pada 31 Oktober  -  9 November 2015 di Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (Nganjuk, Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten/Kota Mojokerto dan Jombang).
Kegiatan dalam masa reses tahun sidang I 2015-2016 itu dilakukan dalam bentuk kunjungan dan dialog terbuka dengan elemen masyarakat pada 15 lokasi yakni di Nganjuk (13 lokasi), Kabupaten Mojokerto (satu lokasi), dan Jombang (satu lokasi).

"Dalam kunjungan itu, kami mengetahui bahwa guru Taman Kanak-Kanak sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang sama dengan guru-guru di level pendidikan yang lain," katanya.

Padahal, jika menilik eksistensinya, TK merupakan jenjang pendidikan bagi anak prasekolah yang sudah ada sejak puluhan tahun silam dan memiliki peranan penting dalam mendidikan karakter anak.

"Seperti yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, rata-rata penghasilan guru TK masih sangat kecil yakni berkisar Rp75.000 sampai Rp150.000 per bulan," katanya.

Saat ini, pemerintah menggembar-gemborkan untuk merevitasilisasi pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi masyarakat masih bingung dengan batasan PAUD itu sendiri, sehingga masyarakat seringkali belum bisa membedakan antara PAUD dengan Taman Kanak-Kanak (TK).

"Akhirnya, anak-anak hanya disekolahkan di PAUD dan tidak usah masuk TK, sehingga hal ini berakibat semakin berkurangnya anak didik TK yang lama-kelamaan sekolah TK ini akan gulung tikar karena tidak mendapatkan anak didik," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengetahui bahwa pemerataan akses pendidikan untuk tingkat SMA sampai sekarang belum optimal, seperti di Kecamatan Baron dan Kecamatan Sawahan (Nganjuk) yang hingga kini belum ada sekolah tingkat lanjutan atas.

"Hal itu membuat anak-anak lulusan SMP/MTs di kecamatan tersebut kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sehingga banyak anak yang putus sekolah karena jarak untuk pendidikan ke SMA/SMK cukup jauh lokasinya dari wilayah Kecamatan Baron," katanya.

Sumber: rimanews.com