Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Benarkah Ayam Berkokok Pertanda Melihat Malaikat? Ini Tinjauan Ilmiahnya


Pernahkah Anda mendengar hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam soal ayam berkokok?
Ketika ayam berkokok, kaum Muslim disunahkan untuk berdoa. Karena saat ayam berkokok itulah, sesungguhnya ayam jantan sedang melihat malaikat.

Rasulullah pernah bersabda, “Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan karena dia melihat setan,” (Shahih, HR Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari ajaibdananeh, sabda tersebut datang dari berabad-abad lalu, namun ternyata para ilmuwan baru membuktikannya secara nyata belakangan ini.

Adalah sebuah studi dari Jurnal Public Library of Science ONE pada tahun 2010 lalu yang menemukan dan mengemukakan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia.

Hal tersebut memungkinkan hewan unggas ini untuk membedakan warna tambahan dan sebuah fenomena.

Joseph Corbo salah seorang ilmuwan dari Washington University di St Louis, mengatakan bahwa kemampuan untuk melihat warna tersebut berasal dari sel cahaya khusus yang ditemukan di retina mata ayam.

Sel-sel ini disinyalir dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya yang berbeda. Oleh karenanya banyak pepatah lama yang mengatakan, bangunlah sepagi mungkin agar rejeki tidak dipatok ayam.

Nah, mungkin maksudnya, setelah ayam melihat malaikat turun memberikan rezeki di pagi hari, jangan sampai kita manusia justru tak mengambilnya. [Islampos.com]



Salut, Keluar Dari Kepolisian Karena Menyesal Lulus Nyogok, Polisi ini Meninggalkan Seragamnya dan Mulai Berdakwah


Heboh operasi tangkap tangan Polda Jatim membongkar sindikat makelar perekrutan calon polisi tahun 2017, membuat kemunculan tabir yang masih terasa hingga kini.

Ya, selama ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa untuk masuk menjadi anggota polisi, perlu uang hingga ratusan juta rupiah.

Namun, banyak pihak membantah hal tersebut, termasuk pihak kepolisian. Sampai akhirnya terungkap beberapa komplotan yang memang beroperasi meminta  uang masuk.

Mereka memang oknum, dan bukan anggota kepolisian. 

Namun, anggapan di masyarakat sudah terlanjur melekat, bahwa meskipun pelakunya adalah oknum, namun kecil kemungkinan mereka bekerja sendiri.

Menelusuri kasus seseorang yang pernah masuk anggota polisi dengan menyogok. Akun joekhana_ hingga kini masih aktif, dia kini berdakwah dan kemana-mana memakai baju muslim.

Mantan polisi yang berhasil masuk kepolisian karena hasil suap itu, akhirnya memilih mengundurkan diri karena takut tidak berkah.

Dia merasa mendapat hidayah, dan pengakuannya itu menggegerkan netizen.

Pengakuan tersebut diposting oleh pemilik akun instagram @Joekhana_ tahun lalu.

“Indahnya hidayah,” tulis Joekhana dengan menyertakan dua foto kolase saat dia masih mengenakan seragam polisi di sisi kiri.

Dan foto sisi kanan yang menampilkan perubahannya saat ini yang mengenakan baju koko dan sorban serba putih lengkap dengan jambang.


Joekhana kemudian menambahkan keterangan foto tersebut

“Pekerjaan yang kita dapatkan dengan cara yang haram (sogok/suap), tidak akan pernah membawa berkah."

"Bahkan bisa membawa kita kepada kelalaian dan kemaksiatan. Karena cinta Allah kepada saya. Allah beri hidayah tuk meninggalkan seragam yang saya dapat dengan cara tidak halal ini."

"Dan kini Allah menyibukkan saya dalam perkara agama dan dakwah. Terimakasih untuk hidayah yang manis ini,” tulisnya.

Dengan dua foto dijejer berdampingan dan sangat kontras, menyulut netizen untuk memberikan Like sebanyak 6206, dan dikomentari oleh ratusan pengguna instagram.

Bisa dibilang, semuanya memberi dukungan dan memuji tindakan @joekhana_ itu.

Ada netizen @agusyulyanto yang bertanya kenapa @joekhana_ keluar dari kepolisian.

" Kenapa ustazd meninggalkan Pekerjaan nya, pesan syuro pak cecep firdaus, kita berdakwah tdk hrs berhenti dalam karier, itu bisa jd asbab hidayah buat lingkungan pekerjaan," tanya akun @agusyulyanto.

Pemilik akun joekhana_ menjawab,"Hati saya gak nyaman lg kerja disitu."

"krna dulu msuk nya nyogok. mungkin krna saya gak sabar makanya langsung saya tinggalkan @agusyulyanto

undefined
akun joekhana

Mungkin masih jelas juga, selalu ada lagi netizen yang menanyakan kenapa dia keluar dari kepolisian.

Akun tuluzkurniawan_ bertanya," Maav pak, boleh kah sya tau alasan anda berhenti dari kepolisian?"

joekhana_ menjawab," Karena saya masuk polisi dgn cara nyogok."

"saya pernah dengar sebuah hadis, yg sogok dan terima sogok sama2 masuk neraka, jd saya takut, bertaubat dan meninggalkan penghasilan yg saya dpt kan dgn cara yg tdk halal itu @tuluzkurniawan_


Sementara akun ajhamayaDl berkomentar bahwa dia sudah kenal sejak joekhana  masih jadi anggpta polisi.

@ajhamayaDl "aku kenal joekhana sebagai polisi yg ganteng di fb,skrg jd ustadz yg gak kalah gantengnyaaa dr seragam polisi,,subhanallah"

Jadi tempat curhat sesama polisi

Yang unik, dari statusnya itu ada beberapa akun yang tampaknya milik anggota polisi aktif, yang ingin konsultasi.


Tampaknya mereka juga mengalami dilema, seperti yang dirasakan joekhana_ sebelum keluar dari kepolisian.

Akun @rokib_suparto bertanya," Assalamualaikum bang saya anggota polri juga berpangkat bripda."

"Saya juga punya masalah, kalau memang abang perduli tentang persaudaraan kita sebagai sesama muslim tolong abang balas komentar ini."

"Karna saya juga ingin seperti abang."

Permintaan curhat dan konsultasi itu langsung direspon joekhana_ dan memintanya menghubhungi langsung lewat DM Instagram, "abang lewat DM aja yok @rokib_suparto"

Ada satu lagi polisi yang juga ingin keluar dari kepolisian namun mendapat ganjalan dari keluarganya.

Akun radja_duren_kebumen bertanya," @joekhana_ assalamualaikum bang,,ada contact ngga bang hp or pin.."

"Saya seprofesi dengan profesi abang dl..pengen cerita banyak saya bang.."

"Ada ganjalan dlm keluarga ketika saya pengen hijrah seperti abang.."

"Sudah lama ganjalan ini lom terpecahkan bang.."

Banyak netizen yang kagum dan salut dengan keberanian @joekhana_ keluar dari kepolisian dan menyebutkan alasanya secara terang-terangan.

Sayangnya, @joekhana_ tidak menyebutkan pernah berdinas dimana. 

Namun saat ini, dia berkisah bahwa aktifitasnya adalah berdakwah dan menjadi fotografer.

Banyaknya foto pribadinya yang diposting, serta masih aktifnya akun hingga kini, menunjukkan bahwa @joekhana_ mestinya berani mempertanggungjawabkan statusnya. (*)


Sumber :  grid.id

Tiga Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan, Doamu Dijamin Tak Akan Ditolak!


Bulan Ramadan telah tiba. Semua muslim pasti menyambut gembira. Sebab, bulan ini begitu istimewa. Selain nilai ibadah dilipatgandakan, doa-doa yang dipanjatkan pun mudah diterima Allah SWT.

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta'ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah 'Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta'ala berfirman:

" Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)

Berbicara mengenai waktu berdoa, ternyata ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadan. Raihlah keutamaan itu dengan terus memperbanyak doa. Lalu kapankah datangnya tiga waktu tersebut?

Allah Ta'ala berfirman,

" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran," (QS. Al-Baqarah: 186).

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan, masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak doa ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak doa tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Alquran Al-'Azhim, 2: 66).

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.

Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran,” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).

Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan,” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

1. Waktu sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni,” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2. Saat berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi,” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum,” (Al-Majmu’, 6: 273).

3. Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi,” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.


Sumber : dream.co.id
                 wajibbaca.com


Bolehkah Berdoa Agar Seseorang Menjadi Jodoh Kita?


TANYA: Apakah kita bisa meminta seseorang menjadi jodoh kita?

JAWAB: Dikutip dari konsultasisayriah.com, berdoa memohon kepada Allah agar diberi kemudahan mendapatkan jodoh, hukumnya diperbolehkan. Termasuk memohon agar orang tertentu dijadikan jodoh kita. Allah memerintahkan kita berdoa dan menjanjikan kita untuk memberikan ijabah.

Allah berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Rabb kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku ijabahi doa kalian.” (QS. Ghafir: 60).

Doa ini bersifat umum, untuk kebaikan dunia dan akhirat. Dulu ada sebagian ulama memohon kepada Allah semua kebutuuhannya, sampai minta garam.

Dalam al-Mudawanah dinyatakan,

قال وأخبرني مالك عن عروة بن الزبير قال: بلغني عنه أنه قال: إني لأدعو الله في حوائجي كلها في الصلاة حتى في الملح

Ibnul Qosim mengatakan, Imam Malik pernah menyampaikan kepadaku, dari Urwah bin Zubair

Telah sampai kepadaku berita dari Urwah, bahwa beliau mengatakan, “Saya berdoa kepada Allah untuk semua kebutuhanku dalam shalat, sampai saya meminta garam.” (al-Mudawwanah, 1/192).

Hanya saja, perlu kita pahami bahwa tidak semua doa Allah wujudkan sebagaimana yang diminta hamba-Nya.
Terkadang Allah simpan menjadi pahala yang nantinya akan diberikan ketika di hari kiamat. Dan terkadang Allah wujudkan dalam bentuk Allah selamatkan dia dari musibah, yang senilai dengan doa yang dia minta.

Dari Abu Said al-khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

Setiap muslim yang berdoa kepada Allah – selama bukan doa yang mengandung dosa atau memutus silaturahmi – pasti akan Allah ijabahi permohonannya dengan salah satu dari 3 bentuk:

[1] Allah segerakan doanya, atau
[2] Allah simpan doanya untuk diberikan ketika di akhirat, atau
[3] Allah selamatkan darinya musibah yang semisal dengan apa yang dia minta.
(HR. Ahmad 11133 dan dihasankan oleh Syuaib al-Arnauth).

Karena itu, jika kedepannya Allah takdirkan Anda menikah dengan pasangan idaman Anda, alhamdulillah, dan perbanyak memuji Allah. Namun jika yang terjadi sebaliknya, Allah tidak takdirkan Anda untuk menikah dengan orang pilihan Anda, Anda tidak perlu putus asa, apalagi muncul anggapan bahwa Allah mendzalimi Anda. Karena doa Anda tidak akan disia-siakan.

Bisa jadi Allah tidak wujudkan sesuai yang kita minta, tapi Allah wujudkan dalam bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi Anda dan lebih membahagiakan Anda. Sehingga Anda harus selalu mengedepankan sikap ridha dalam menghadapi semua takdir Allah.

Sebagian ulama menyarakankan, berdoalah dengan meminta kebaikan yang sifatnya lebih umum. Misalnya memohon kepada Allah agar diberi pasangan yang baik untuk dunia dan akhirat Anda, suami yang soleh atau istri yang solihah. Karena keterbatasan pandangan kita, bisa jadi kita cepat menganggap bahwa si dia adalah yang terbaik buat Anda. Tapi ingat, Anda tidak tahu masa depan dan Anda tidak tahu apa yang tersembunyi.

Pasrahkan pilihan yang terbaik itu kepada Allah, dan yakini, Allah memberikan yang terbaik untuk dunia dan akhirat Anda.

Allah befirman,

وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 216)

Dan jangan lupa untuk shalat istikharah. Memohon pilihan kepada Allah.[]


Sumber : islampos.com

7 Waktu Berdoa Paling Manjur, Impianmu Bakal Terwujud di Depan Mata!


Guys, menikmati hidup yang mengalir layaknya air menjadi ciri khas kaum milinial. Kadang kita bertanya, kenapa harus berdoa kalau memang hasil yang kita peroleh adalah hasil dari apa yang kita usahakan.

Tapi masalahnya, yang paling tahu apa yang terbaik buat kita bukanlah diri kita yang lemah, tapi Tuhan.

Dengan berdoa, setidaknya kita meminta persetujuan Allah untuk apa yang kita usahakan. Selain itu, nggak sedikit dari kita yang malas berdoa karena menganggap doa-doanya terdahulu tidak dikabulkan.

Nah, kali ini akan bagikan 7 waktu mustajab untuk berdoa. Di waktu-waktu inilah doa insyaallah akan dikabulkan oleh Allah.

Tak hanya dihari-hari biasa, di 2 poin terakhir kita akan bagikan waktu paling mustajab di bulan Ramadhan.

1. Waktu di antara adzan dan iqamah

Meski hanya berselang 3-5 menit, waktu diantara adzan dan iqamah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, 3: 155.)

2. Ketika sujud
Jangan seperti ayam yang lagi matuk makanan, kamu bisa lebih menikmati sujudmu untuk berdoa lebih banyak, guys.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
Doa yang dipanjatkan bisa mengambil beberapa doa yang juga terkandung dalam ayat-ayat Al Quran.

3. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Nggak perlu terburu-buru salam sebelum selesai sholat, kamu bisa hitmat berdoa karena momen tersebut jadi yang laling mustajab.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)
Setelah salam, kamu bisa berzikir mengingat Allah.

4. Di sepertiga malam
Poin 4 ini mungkin sangat berat bagi banyak orang karena biasanya sepertiga malam kita enak-enak tidur lelap. Tapi bukankah hasil yang menakjubkan diperoleh dengan cara yang tidak biasa-biasanya aja?
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Waktu sepertiga malam juga identik dengan waktu kita sahur. Jadi jangan lewatkan berdoa saat sedang memakan sahur.

5. Ketika turun hujan
Jangan mengeluh, segeralan berdoa saat sedang turun hujan. Hujan merupakan nikmat Allah dan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

6. Ketika berbuka
Sebari nikmati buka puasa, kamu juga bisa memfokuskan dirimu untuk berdoa. Jangan cuma fokus ke makanannya ya. hehehe
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752.)

7. Ketika malam lailatul qadar
Malam lailatul qadar yang disebut malam seribu bulan ini juga jadi waktu yang paling mustajab untuk berdoa.

Di 10 hari terakhir dan pada umumnya ada di malam ganjil akan ada malam lailtul qadar.
Dan Rasul menganjurkan kita untuk berdoa di saat itu.

Aisyah radiyallahu'anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam : “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila aku mengetahui kapan malam Qadar itu (mendapatkan malam Qadar), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab:

“Ucapkanlah (doa): Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119).
(TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi) (*)


Sumber : TribunStyle.com

Astaghfirullah, Inilah 32 Dosa Suami Terhadap Istri, Nomor 5 Sering Di Lakukan !


Keluarga dalam Islam mempunyai arti yang tidak kecil. Keluarga merupakan bagian kesatuan terbawah yang melandasi tegaknya sebuah jamaah di dalam Islam.
Keluarga-keluarga yang baik dan solid akan mengokohkan suatu jama’ah, dan apabila keluarga-keluarga itu buruk dan rusak, akan bisa memperlemah kondisi jamaah dalam Islam secara keseluruhan.


Keluarga Rasulullah SAW dan keluarga para sahabatnya yang telah beriman adalah keluarga-keluarga yang baik yang menghasilkan sebuah jama’ah yang kokoh di masanya.   Mereka telah menjadi orang-orang terbaik dari ummat ini di muka bumi.

“Dan orang orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Qs.Al-Furqon : 74)

KELUARGA diibaratkan seperti batu bata pertama dalam sebuah bangunan masyarakat. Apabila keluarga baik, maka masyarakat pun akan ikut menjadi baik dan sebaliknya jika keluarga rusak, maka masyarakat akan menjadi rusak pula.

Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian kepada urusan keluarga dengan perhatian yang sangat besar, sebagaimana Islam juga mengatur hal-hal yang dapat menjamin keselamatan dan kebahagiaan keluarga tersebut.

Sangat fundamental dalam keluarga adalah perlakuan seorang suami terhadap istrinya. Bisa jadi juga berbuah dosa. Coba cek poin-poin di bawah ini :

1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orang tua
3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
5. Meremehkan kedudukan istri
6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri
7. Memakan Harta istri secara batil
8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
9. Bersikap pelit terhadap istri
10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
11. Banyak mencela dan mengkritik istri 
12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
13. Banyak bersengketa dengan istri
14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
16. Interaksi yang buruk dengan istri
17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
18. Kurang perhatian terhadap doa yang dituntun ketika menggauli istri
19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
20. Menyebarkan rahasia ranjang
21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
22. Menggauli istri ketika haid
23. Menggauli istri pada duburnya
24. Memukul istri tanpa alasan
25, Kesalahan tujuan poligami
26. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
27. Terburu-buru dalam urusan Talak
28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan dan kecocokan
29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
31. Kurang setia terhadap istri
32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain.

Demikianlah Ke-32 perbuatan tercela yang dibenci Oleh Allah SWT dan merupakan kedurhakaan terhadap istri yang jika para suami langgar maka rahmat dan nikmat Allah tidak akan mereka rasakan.


Subhanallah!! Inilah Sebab-sebabnya Kenapa Allah Temukan Kita Dengan Insan Yang Salah. [SUAMI ISTERI WAJIB BACA!!]


Sebab-sebab Kenapa Allah Temukan Kita Dengan Insan Yang Salah.

1. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya apabila kita bertemu jodoh yang sebenar, oleh itu masih ada rasa syukur kita pada ketentuanNYA.

2. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat menjadi penilai yang baik.

3. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita sedar bahawa kita hanyalah makhluk yang sentiasa mengharapkan pertolongan ALLAH dalam apa jua keadaan.

4. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita mendapat kasih sayang yang terbaik khas untuk diri kita.

5. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita sedar bahawa ALLAH itu Maha Pemurah dan Penyayang kerana mengingatkan kita bahawa dia bukanlah pilihan yang hebat untuk kita dan kehidupan kita pada masa depan.

6. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita dapat mengutip pengalaman yang mana tidak semua orang berpeluang untuk mengalaminya.

7. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita jadi manusia yang hebat jiwanya.

8. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita lebih faham bahawa cinta yang terbaik hanya apabila kita bersama-sama Allah.

9. Memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yang salah supaya kita lebih mengenali kehidupan yang tidak selamanya kekal.

Harus kita ingat, biarpun insan tersebut pergi meninggalkan kita.. kita masih ada Allah SWT yang sentiasa Mengasihi dan Menyayangi kita. Cinta manusia tidak ke mana, yang kekal dan abadi hanyalah cinta Allah.

P/S: Gapailah keredhaan ALLAH dengan melaksanakan perintahNya, dan meninggalkan laranganNYA. Yakin dan percayalah bahawa sesungguhnya ALLAH malu untuk menolak permintaan hambaNya yang menadah tangan meminta dengan penuh pengharapan hanya kepadaNya.



Rasul Sudah Ingatkan! Kini Banyak Orang Idap 2 Penyakit Ini


Sungguh prediksi Rasulullah tak pernah meleset karena semua itu adalah berdasarkan wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui.

RASULULLAH pernah menyampaikan nasehatnya di depan para sahabat. Tentang penyakit yang akan menimpa umat menjelang akhir zaman. Dan kini, sabda Rasulullah itu terbukti.

Sungguh prediksi beliau tak pernah meleset karena semua itu adalah berdasarkan wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui.

Lalu apakah dua penyakit yang dimaksud Rasulullah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Hampir saja umat-umat (kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan”. Seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai buih yang dibawa oleh air. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah bersabda,”Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Abu Daud dan Ahmad; shahih).

Cinta dunia dan takut mati. Inilah dua penyakit yang melanda banyak orang di zaman ini. Tepat seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Fenomena korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan kekuasaan, menipu dan sejenisnya merupakan bukti cinta dunia. Tidak mempedulikan halal dan haram dalam berbisnis, menzalimi orang lain demi keuntungan pribadi juga merupakan bukti cinta dunia.

Semakin cinta dunia, semakin orang takut kehilangan harta. Takut kehilangan jabatan. Takut kehilangan kekuasaan. Umumnya hal itu akan mengakibatkan depresi saat kehilangan itu benar-benar terjadi.

Takut mati sering kali mengiringi kecintaan terhadap dunia. Karena begitu cintanya dengan dunia, ia tidak rela meninggalkannya. Jadinya, ia takut jika malaikat maut datang lalu ia berpisah dengan kenikmatan di dunia ini.

Takut mati ini akan lebih kentara terlihat ketika ada panggilan jihad. Seseorang yang takut mati, ia takkan berani terjun ke medan jihad sebagaimana Abdullah bin Ubay berbalik pulang saat menuju uhud. []

Sumber: Tarbiyah
        islampos.com

Umat Islam Dilarang Marahan Lebih dari 3 Hari, Ini Penjelasannya!


MARAH ada perasaan normal manusia. Tetapi marah sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Apalagi sesama mukmin. Ada aturan Allah yang melarang sesama muslim saling mendiamkan. 

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang larangan mendiamkan sesama muslim karena bertengkar. 

Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam".(HR. Muslim. 2560). 

Larangan tersebut dibuat karena sesama muslim tidak boleh memutus tali silaturahmi. Sesama muslim harus saling mengucapkan salam. 

"Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia merobahnya dengan tangannya, apabila dia tidak mampu merobah dengan tangannya maka dengan lisannya, dan apabila tidak mampu merobah dengan lisannya maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya keimanan” (Hadits riwayat Muslim, no. 49 ). 

Marah itu merupakan perbuatan setan. Maka tidak boleh kita bermusuhan dan saling membenci. Sebagai mana firman Allah SWT, "Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula”.(QS. al-Isra’/17: 7).(vin)

Sumber : okezone.com


Amalan yang Perlu Dilakukan Saat Kehilangan Barang Berharga


pernah mengalami kehilangan handphone, motor, dompet, laptop, atau barang berharga lainnya? Kalau pernah sekali, mungkin masih biasa saja. Tapi kalau sudah lebih dari sekali, apalagi sampai berulang kali, ini yang perlu dilakukan:

1. Introspeksi dan cari tahu penyebabnya

Barangkali kita sering sembarangan parkir kendaraan, sehingga kecurian? Atau sering asal menaruh handphone di sembarang tempat? Atau kurang menghargai barang yang kita miliki, apapun itu... introspeksi perlu dilakukan agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

2. Berusaha mencari atau memblokir

Jika masih bisa ditelusuri untuk dicari, kita punya kewajiban berusaha untuk mencari barang yang hilang tersebut, sekadar untuk meluruhkan kewajiban. Entah dengan melapor polisi, atau menyelidiki orang-orang yang kemungkinan terlibat atas kehilangan barang tersebut, tetap dengan menggunakan asas praduga tak bersalah pastinya. Juga bisa melakukan amalan yang diajarkan oleh Sahabat berikut:

Riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dimana beliau mengajarkan doa ketika kehilangan barang. Dari Umar bin Katsir, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menjelaskan amalan ketika kehilangan barang,

يتوضأ ويصلي ركعتين ويتشهد ويقول: «يا هادي الضال، وراد الضالة اردد علي ضالتي بعزتك وسلطانك فإنها من عطائك وفضلك»

”Dia berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa,

يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugrah dan pemberian-Mu’.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 29720, al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir (2/54). Baihaqi mengatakan,

هذا موقوف وهو حسن

Ini adalah hadits mauquf [perkataan shahabat] dan hadits ini statusnya adalah hasan”

Demikian pula dinyatakan oleh Abdurrahman bin Hasan, bahwa perawi untuk riwayat Baihaqi adalah perawi yang tsiqqah (terpercaya). (Tahqiq al-Wabil as-Shayib, Abdurrahman bin Hasan dibawah bimbingan Dr. Bakr Abu Zaid. sumber: konsultasisyariah)

Akan tetapi kalau sudah kehilangan jejak sama sekali, maka cobalah memblokir. Misalnya kehilangan dompet, blokir kartu kredit dan atm yang ada di dalamnya, atau kalau kehilangan hp, beritahukan pada rekan-rekan agar waspada jika ada yang menghubungi dari nomor tersebut.

3. Bersyukur

Lho kok bersyukur? Ya, karena beserta kesulitan ada kemudahan. Semoga segera memperoleh ganti yang lebih baik dan lebih banyak.

Selain itu, kita juga perlu menyadari bahwa jatah pencuri adalah barang haram. Barangkali Allah menghilangkan barang tersebut karena ingin mengurangi dosa yang kita lakukan atau justru menghilangkan harta haram dari diri kita.

Dari Anas, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (Hadits riwayat At Tirmidzi dengan nomor 2396 di dalam Az Zuhud. Bab tentang kesabaran menghadapi musibah. Beliau mengatakan: hadits ini hasan gharib. Ia juga diriwayatkan oleh Al Haakim dalam Al Mustadrak (1/349, 4/376 dan 377). Ia tercantum dalam Ash Shahihah karya Al Albani dengan nomor 1220).

4. Mengikhlaskan

Dalam sebuah hadits shahih yang bersumber dari Ummu Salamah, ia berkata: ”Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Tidak ada seorang hamba pun yan ditimpa musibah lalu mengucapkan: Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma jurnii fii mushibatii wakhluflii khairan minhaa. (Sesungguhnya kami milik Allah, kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku lantaran musibah yang menimpaku ini dan berikanlah ganti kepadaku dengan yang lebih baik dari musibah ini). Kecuali Allah akan memberinya pahala lantaran musibahnya dan akan mengganti musibahnya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Semoga bermanfaat.

Sumber : ummi-online.com

Untukmu yang Ingin Didoakan Malaikat Setiap Pagi


Ada 5 hal yang bisa kita lakukan setiap paginya.

“Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat satu lagi berkata, ‘Binasakanlah harta orang-orang yang bakhil’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa sajakah 5 hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mendapat doa malaikat tersebut?

1. Menyiapkan celengan yang diperuntukkan khusus infak untuk yatim/dhuafa/fi sabilillah

Setiap pagi seusai shalat Shubuh, pastikan memasukkan infaq ke dalam celengan tersebut, ajak pasangan hidup dan anak-anak untuk turut melakukannya tiap pagi.

Setiap bulannya, ajak anak untuk menyumbangkan celengan tersebut ke panti yatim/ yayasan dhuafa.

2. Memberi uang tip untuk driver ojek

Meski hanya kelebihan uang seribu dua ribu Rupiah, kalau diniatkan sebagai sedekah in syaa Allah tercatat sebagai amalan di sisi Allah.

3. Membelikan cemilan/ sarapan pagi untuk satpam/ OB di kantor

Di tempat kerja, ada orang-orang yang kondisinya tidak seberuntung kita, kita bisa berbagi pada mereka setiap paginya.

4. Beli tisu atau peniti atau air minum dalam kemasan, atau barang lainnya yang banyak dijajakan oleh pedagang kecil. Bagi kita dua ribu tidak berasa, bagi mereka itu rezeki di pagi hari.

5. Masak lebih, berikan pada tetangga terdekat

Misalnya masak nasi goreng, dibanyakin saja porsinya agar bisa dibagikan sepiring-sepiring untuk tetangga yang pintunya paling dekat dengan rumah kita.

Semoga menginspirasi kebaikan.

Sumber : ummi-online.com

Ini Dia Rahasia Keajaiban Angka 7


DALAM satu minggu ada 7 hari, tawaf mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, 7 langit bertingkat-tingkat, 7 keajaiban di dunia. Ada apa dengan angka 7?

Setiap orang pasti mempunyai angka kesenangannya masing-masing. Ada yang menyukai angka 1,2, 3 atau sebagainya. Ada pula yang hanya suka dengan angka genap atau angka ganjil saja. Menurut sebagian orang, angka ganjil itu angka yang sangat bagus. Sebab angka ganjil merupakan angka yang di sukai oleh Allah. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW yang bersabda, “Sesungguhnya Allah itu witir (esa/ganjil) dan suka pada yang ganjil.” Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi

Dijelaskan pula mengenai angka ganjil yaitu angka tujuh yang sering disebut dalam Al Quran baik yang tertulis maupun yang tersirat. Allah menurunkan wahyunya dalam Al Quran. Dan sangat dijelaskan sekali terdapat banyak penjelasan angka 7 di dalam Al Quran. Penjelasan tersirat dan tertulis dalam Al Quran yang menunjukan angka 7 dalam kehidupan sehari hari sebagai berikut:

Pertama, Allah menciptakan tujuh langit dalam dua masa pada setiap langit. Hal ini di jelaskan pada Surat Fussilat ayat 12 yang berbunyi, “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), kami hiasi dengan bintang-bintang, dan kami (ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan Allah yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

Kedua, ada surat lain yang mengatakan Langit dan Bumi terdiri dari tujuh lapis. Angka tujuh disini di terangkan, “Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih, Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?,” Surat Al Mulk ayat 3

Ketiga, diangkat dari kisah Nabi Yusuf yang terdapat dalam Al Quran yang menceritakan kisah Nabi Yusuf yang menafsirkan tentang mimpi Raja Mesir yang berkaitan dengan angka 7. Dari kisah inilah terdapat dalam, Al Quran Surat Yusuf ayat 43-50.

Keempat, Surat Al Fatihah yang sering kali dibaca ulang-ulang setiap waktu untuk mengawali semua kegiatan. Pada waktu solat juga Surat Al Fatihah sangat penting. Surat Al Fatihah terdiri dari 7 ayat.Ya, lagi-lagi angka 7.

Kelima, angka 7 pada wahyu pertama Al Quran. Wahyu yang di dapat Rasullah SAW pada surat Al Alaq terdri dari 7 unsur. Iqra yang berarti bacalah. 7 unsur tersebut adalah Bi yang artinya dengan, ismi artinya nama, robbi artinya tuhan, ka yang artinya mu, al lazi artinya yang, dan khalaq berarti menciptakan

Keenam, kalimat Kun Fayakun adalah perkataan Allah yang diucapkan bila berkehendak menciptakan sesuatu kejadian. Kalimat ini tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 117. Kun Fakun terdiri dari 7 huruf arab yaitu kaf, nun, fa, ya, kaf, wau, dan nun.

Ketujuh, kalimat tauhid terdiri dari 7 kata dalam arab maupun Indonesia. Kalimat tauhid yang dimaksud yaitu Lailahaillah Muhammadarrasullah. Yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasull Allah.

Kedelapan, dalam kehidupan sehari hari islam sering mengaitkan angka 7. Salah satunya Orang meninggal tahlilan biasanya hari ke 7 atau 7 harian. Selain itu juga takbir solat id di rakat pertama berjumalah 7 kali

Kesembilan, Jumlah hari dalam satu minggu adalah 7 hari. Yang terdiri dari Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Kesepuluh, sangat terkenal sekali dengan 7 keajaiban dunia. Angka 7 secara langsung mewakili 7 tempat terindah di dunia.

Dan masih banyak lagi. Kekuasaan Allah Ini bukan hanya kebetulan semata. Sudah diterangkan bahwa semuanya dijelaskan dalam Al Quran dan real terjadi di dunia ini. Jika allah menyukai angka 7 kita patut imani. Sebab peran ilmu islam lah disini yang menjadi acuan. Dengan adanya ilmu yang berkaitan tentang islam, anda sebagai muslim yang baik semakin cinta dengan ilmu islam itu sendiri. []

Sumber : islampos.com

Beban Hidup Anda Terasa Berat ? Baca Doa Ini.



Alur kehidupan selalu berubah. Ada kalanya terasa ringan, namun tidak jarang terasa berat.

Dalam satu waktu, ada saatnya manusia mendapat masalah yang bertubi-tubi. Berusaha menyelesaikan, justru datang masalah lain yang semakin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

" Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup  kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Sumber : Dream.co.id


Menangislah, Karena Air Matamu Dapat memadamkan Api Neraka?


DUA ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.

Hasil kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe Barbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.

Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya.

Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.

Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas²nya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis.

Orang yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.

Orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW; ‘‘Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT,’’ (HR. Muslim).

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.

Tuhan memuji orang menangis; ‘‘Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk,’’ (QS Al-Isra’ [17]:109).

Nabi Muhammad SAW bersabda; ‘‘Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu,’’ (HR. Muslim). [] 

Sumber : islampos.com


Lakukan Ini Agar Hidup Sejahtera dan Masuk Surga


SETIAP manusia tentu ingin hidup sejahtera. Di antara manusia, ada yang hanya menginginkan kesejahteraan di dunia, dan ada pula yang menginginkan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana tercantum dalam tiga ayat  dalam surat Al-Baqarah ayat 200-202.

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: ‘Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia,’ dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Kata “kebaikan” dalam ayat-ayat di atas dapat dimaknai sebagai kesejahteraan. Karena secara umum, kata “sejahtera” merujuk pada keadaan yang baik, kondisi manusia yang orang-orangnya dalam keadaan makmur, sehat dan damai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata sejahtera bermakna aman, sentosa, makmur, dan selamat (terlepas dari segala macam gangguan). Namun, dalam ekonomi, sejahtera hanya dihubungkan dengan keuntungan benda.

Selain ayat-ayat di atas, terdapat dua ayat lagi dalam Al-Qur’an yang memuat definisi kesejahteraan, sebagai berikut.

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 3-4)

Dari dua ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi kesejahteraan menurut Al-Qur’an mencakup kesejahteraan ruhiyah (bertauhid dan bebas dari ketakutan) dan kesejahteraan fisik (bebas dari kelaparan). Bagaimanakah kesejahteraan fisik dan ruhiyah itu? Berikut penjelasannya.

Pertama, sembahlah Tuhan pemilik Ka’bah saja.  

Itu adalah salah satu ciri kesejahteraan menurut Al-Qur’an atau dikenal dengan kata bertauhid. Ini berarti proses pembangunan masyakarat harus didahului dengan pembangunan tauhid. Dengan kata lain, sebelum pembangunan fisik dimulai, masyarakat harus dididik sedemikian rupa sehingga mereka benar-benar bertawakal kepada Allah, menjadikan setiap aktivitas positifnya ibadah, dan menjadikan Allah sebagai pelindung, penolong, dan pengayom.

Kedua, rezeki merupakan unsur pokok kehidupan dan kebanggaan manusia.

Untuk menjemput rezeki dari Allah, manusia harus bekerja—dengan niat ibadah kepada Allah—serta berdoa. Rezeki yang sudah diperoleh harus digunakan seperlunya saja dan tidak boleh ditumpuk-tumpuk, ditimbun, apalagi dinikmati oleh orang-orang kaya saja, karena ia hanyalah titipan dari Allah. Akan tetapi, rezeki juga harus disalurkan sebagiannya kepada orang-orang yang memiliki hak atasnya (orang-orang yang membutuhkan), dalam bentuk zakat, infa, sedekah, wakaf, dan sebagianya.

Selain dua indikator di atas,

keamanan juga merupakan indikator kesejahteraan masyarakat. Jika di suatu masyarakat banyak terjadi kejahatan, atau sedang dalam kondisi perang, masyarakat tersebut belum layak disebut sejahtera, sekalipun mereka memiliki kekayaan berlimpah. Maka, untuk menjaga keamanan di masyarakat, diperlukan pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah dan sistem keamanan masyarakat atau negara yang baik.

Seseorang bisa saja hidup sejahtera di dunia. Namun, jika kesejahteraan tersebut tidak membawanya ke surga, maka kesejahteraan di dunia tersebut tidak ada artinya sama sekali di sisi Allah. Karena rezeki yang kekal hingga ke akhirat hanyalah rezeki yang diinfakkan kepada yang berhak menerimanya.

Agar rezeki kita menjadi bekal kita untuk masuk surga, kita sebagai kaum muslimin haruslah saling menolong dan saling menanggung dengan memanfaatkan rezeki yang telah dianugerahkan kepada kita. Selain itu, kita juga harus memanfaatkan rezeki secara efektif dan efisien, sehingga tidak ada pemborosan. Ingat, para pemboros adalah saudara-saudara setan. Namun, jangan terlalu kikir juga dalam membelanjakan harta.

Dan terakhir, bayarlah zakat dan bersedekahlah secara rutin sebagai tanda syukur nikmat. Supaya harta tidak berputar di kalangan orang-orang kaya saja, dan hak-hak serta kebutuhan-kebutuhan fakir miskin terpenuhi dengan baik. Sedekah – termasuk sedekah wajib, yaitu zakat – tidak akan mengurangi harta, karena jika kita mengeluarkannya dengan ikhlas berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Allah pasti akan menggantinya dengan harta yang lebih baik. Sebaliknya, orang-orang yang kikir akan ditarik rezekinya secara paksa. []


Sumber: diulas dari Majelis Akhir Pekan Salman, Ahad (26/2/2017) bersama Hendri Tanjung, laman Salman ITB.


Inilah Waktu-waktu Mustajab Untuk Berdo’a


Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain:

Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya : “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan baran1gsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”  (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150).

Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak” (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17).

Setiap Selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab:

“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai [dubur shalat, yg benar mungking penghujung shalat, bukan selesai shalat. krn syaikhul islam menegaskan Nabi tdk pernah berdoa setelah shalat] shalat fardhu” (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).

Sesaat Pada Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan  seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut” (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6)

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah
Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya” (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190) Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” yaitu terbangun dari tidur pada malam hari.

Doa Diantara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah” (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)

Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48)

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan.

Pada Saat Sedang Kehujanan
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”. (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami‘ No. 3078).

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

Pada Saat Ajal Takziah
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda:

“Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan” (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)

Pada Malam Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar“. (Al-Qadr : 3-5)

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

Doa Pada Hari Arafah
Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah” (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598).



Inilah 2 Penyebab Malas Ibadah...Naudzubilah


Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah.

Sudah tahukah apa yang menyebabkan diri malas ibadah? Sebenarnya sanggup saja baca Alquran sehari sejuz, tapi kok ya malas. Mampu sih sholat Tahajud, tapi kok lebih nikmat lanjut tidur, padahal sudah bangun di sepertiga malam terakhir. 

Mengapa bisa begitu? Ternyata ada dua penyebabnya. Apa saja?

1. Maksiat

Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah. Pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah. Jadi sekalipun melakukan ibadah, maunya buru-buru selesai.

Mari kita cek maksiat apa yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh kita. Mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan, misalnya melihat aurat wanita yang terbuka. Apakah kita suka melakukan hal tersebut? Menikmati aurat orang lain yang tersingkap. Maka hentikan perbuatan ini jika mau diri rajin beribadah.

Selanjutnya, telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, dan perkataan dusta. 

Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok atau vulgar, menyakiti perasaan orang lain. Bagaimanakah kita rajin beribadah ketika setiap anggota tubuh kita banyak melakukan maksiat dan lisan kita jarang beristighfar?

Kalau dibiasakan terus-menerus melakukan maksiat, akibatnya kita akan merasa sangat berat melakukan kebaikan, ibadah wajib maupun sunah.

2. Makanan haram

“Dan Kami nampakkan Jahannam pada bari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. (QS. 18: 100-101)

Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.

Mari minimalisir maksiat dan senantiasa mengecek status halal makanan yang kita konsumsi. Semoga Allah mengaruniakan kecintaan akan beribadah kepadaNya.

Sumber : ummi-online.com

Inilah 5 Orang yang Akan Diburu Hewan Penghuni Neraka


Di neraka ada hewan mengerikan. Nabi Muhammad SAW mengisahkan hewan neraka itu bernama Huraisy.

Ukuran Huraisy meliputi panjang langit sampai bumi dan jaraknya dari batas barat hingga batas timur.

Makhluk mengerikan itu dikisahkan bisa membinasakan dan memburu mahluk di bumi. Tetapi, malaikat Jibril bertanya sempat bertanya kepada Huraisy siapa saja yang hendak dia buru.

" Wahai Huraisy, kamu hendak ke mana dan hendak mencari siapa?"

Sembari berlalu, Huraisy menjawab, " Aku mencari lima jenis orang."

Siapa saja orang yang dicari Huraisy?

Mereka yang Lalai Jalankan 2 Kewajiban Ini

1. Orang yang meninggalkan sholat

Huraisy akan memburu orang-orang yang meninggalkan sholat. Sebab, orang-orang semacam itu sejatinya orang yang merugi di dunia.

2. Orang yang enggan mengeluarkan zakat

Zakat merupakan kewajiban bagi umat Muslim memiliki harta. Zakat dipercaya dapat menghindarkan orang dari keserakahan dan mampu membantu kehidupan orang yang berkekurangan.

Huraisy akan mencari orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat.

2 Golongan Manusia Pemilik Sifat Ini

3. Orang yang durhaka kepada orang tua

Jasa orang tua kepada anak memiliki makna yang sangat besar. Tetapi, tak jarang ditemukan banyak anak yang durhaka kepada sang orang tua.

Huraisy akan memburu para anak yang durhaka kepada orang tuanya.

4. Orang yang gemar meminum arak

Huraisy tak segan-segan memburu para peminum arak. Sebab, penggemar arak disebut kerap melakukan hal-hal keji.

Berkaitan dengan Ibadah

5. Gemar bercakap masalah duniawi di dalam masjid

Menjadikan masjid sebagai tempat berbincang-bincanga masalah duniawi sepadan dengan menzalimi rumah Allah SWT. Dalam hadist yang diriwayatkan Muslim

" Siapa saja yang mendengar seseorang mencari ontanya yang sesat di dalam masjid, maka katakanlah: semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sebab masjid-masjid tidak dibangun untuk hal ini."

5. Gemar bercakap masalah duniawi di dalam masjid

Menjadikan masjid sebagai tempat berbincang-bincanga masalah duniawi sepadan dengan menzalimi rumah Allah SWT. Dalam hadist yang diriwayatkan Muslim

" Siapa saja yang mendengar seseorang mencari ontanya yang sesat di dalam masjid, maka katakanlah: semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sebab masjid-masjid tidak dibangun untuk hal ini."

Sumber :dream.co.id