Showing posts with label Viral. Show all posts
Showing posts with label Viral. Show all posts

Ditanya Cita-Cita oleh Jokowi, Jawaban Bocah Ini Bikin Ngakak!


Momen kocak terjadi pada acara peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau, yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Minggu (23/7). Saat itu Jokowi memanggil seorang bocah Sekolah Dasar bernama Rafi ke atas panggung dan bertanya apa cita-citanya. Tak disangka, Rafi memberikan jawaban yang bikin seluruh hadirin terbahak.

“Saya ingin bertanya kepada Raffi, cita-citanya pengin jadi apa?” tanya Jokowi pada Rafi, dalam sebuah video yang beredar di jejaring sosial.

“Jadi YouTuber, Pak!” jawab Rafi tegas, hingga membuat sang Presiden terkejut dan menampilkan ekspresi melongo.

Sontak, suasana menjadi riuh dengan suara tawa bocah-bocah SD yang hadir di acara tersebut. Mereka bahkan mengibarkan bendera merah-putih plastik, tanda dukungannya untuk Rafi.

Saat ditanya Jokowi lebih lanjut mengapa ia ingin jadi seorang YouTuber, rupanya Rafi tergiur oleh penghasilan para kreator video yang dianggapnya cukup tinggi.

“Untuk mendapatkan uang,” jawab bocah tersebut polos. Meski telah membuat sang Presiden ‘syok’ dengan jawabannya, Rafi beruntung bisa membawa pulang hadiah dari Jokowi berupa sebuah sepeda. O fie/berbagai sumber



Sumber : cumicumi.com


Gara-gara Tersandung, Bocah Ini Temukan Sesuatu Yang Mengejutkan!

Jude Sparks berfoto dengan temuannya(Peter Houde/New Mexico State University)

"Ada lebih banyak fosil dari yang saya kira di New Mexico,” kata Spencer Lucas, kurator paleontologi di New Mexico Museum of Natural History and Science. Lucas mengomentari penggalian fosil baru-baru ini yang ditemukan di dekat gurun Las Cruces, New Mexico, November lalu.

Ketika sedang menjelajahi wilayah Pegunungan Organ dengan kedua orang tua dan dua saudara laki-lakinya, Jude Sparks yang saat itu berusia 9 tahun tersandung sesuatu yang menonjol dari permukaan tanah.

Dalam sebuah wawancara dengan El Paso ABC, afiliasi KVIA, Sparks mengatakan kepada wartawan bahwa ia segera mengungkapkan temuan tersebut kepada saudaranya, Hunter.

"Hunter bilang itu hanya bangkai sapi besar dan saya tidak tahu apa itu. Saya hanya tahu bahwa itu adalah benda yang tidak biasa”, ujar Sparks.


Namun, temuan itu bukanlah bangkai sapi besar. Ialah stegomastodon, mamalia purba kuno yang hidup sekitar 1,2 juta tahun yang lalu. Stegomastodons adalah gajah bergading besar dari keluarga Gomphotheres, sepupu jauh dari mamut kuno dan gajah modern.

Malam itu, orang tua Jude menemui Profesor New Mexico State University, Peter Houde. Houde dan keluarga Sparks kembali ke tempat penemuan, menemukan seluruh tengkorak yang ada.

Setelah mendapatkan dana, mencari sukarelawan, dan berkoordinasi saat penggalian akan berlangsung, tim universitas dan keluarga Sparks kembali ke lokasi untuk menggali sisa-sisa tersebut.

Seminggu setelah penggalian, potongan yang rapuh—yang disebut Houde sebagai "kulit telur tipis"—dibawa ke National Geographic. Houde berharap fosil tersebut dapat dipamerkan.

Situs fosil

Ini bukan pertama kalinya stegomastodon ditemukan di New Mexico. Pada tahun 2014, sebuah pesta bujang menghasilkan penemuan fosil yang hampir utuh. Fosil ini kemudian menjadi koleksi di New Mexico Natural History Museum.

Menemukan fosil stegomastodon merupakan hal yang langka. Lucas menjelaskan bahwa fosil seperti yang dimiliki mamut relatif melimpah di bagian barat Amerika Utara. Namun, karena alasan yang tidak begitu jelas, stegomastodon jarang ditemukan. Menurut Lucas, hanya ratusan stegomastodon yang ditemukan di dunia ini.

Fosil Stegomastodon(Smithsonian Institute)

Lucas mengatakan, salah satu teori yang relevan dengan punahnya stegomastodon adalah kehadiran mamut. Menurutnya, hewan purba tidak bisa bersaing dengan mamut. Kedua hewan tersebut sama-sama makan rumput. Tampaknya, mereka berkompetisi untuk mendapatkan makanan.

Houde berteori bahwa perubahan iklim bisa menyebabkan kematian hewan tersebut. "Mereka ada pada kondisi lingkungan yang basah dan dingin," kata Houde. "Kini, Las Cruces adalah padang pasir."

Para peneliti tidak mengetahui berapa banyak fosil yang terkubur di padang pasir. Namun, jika ditemukan di tempat manapun di Amerika, wilayah barat daya adalah lokasi yang memungkinkan. Daerah alami yang kering dan berbatu mendukung ketahanan tulang selama jutaan tahun.

Dalam wawancara dengan media lokal, keluarga Sparks berspekulasi bahwa hujan yang terjadi di Las Cruces sebelum penemuan mungkin menjadi faktor munculnya fosil tersebut.

Lucas setuju dengan pendapat itu. Ia mengatakan, saat hujan mengikis lebih banyak sedimen, sebuah penemuan mungkin akan terjadi. "Erosi adalah teman terbaik paleontologi,” ucapnya.


Sumber : kompas.com


Kakek Sulaeman Nikahi Gadis 18 Tahun, Ternyata Segini Maharnya


Pernikahan Sulaeman Daeng Ngampa (62) dengan Diana Daeng Ngani (18) terbilang mulus meski terpaut usia 44 tahun. Sulaiman melamar Diana dengan mahar uang tunai Rp35 juta serta satu stel perhiasan emas dan beras 300 liter. Sulaeman mengungkapkan awal pertemuannya dengan Diana setahun yang lalu, dua bulan setelah istrinya meninggal dunia.

Demikian dikatakan Sulaeman saat ditemui Kompas.com di kediaman mertuanya, Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (18/7/2017). Dia berkunjung ke rumah orangtua Diana, Daeng Caco (50) yang berprofesi sebagai pandai besi. "Tahun lalu saya datang ke sini mau buat parang dan saya lihat anak gadisnya cantik dan baik hati," kata Sulaeman Daeng Ngampa.

Setahun berjalan, Sulaeman kerap berkunjung ke rumah Daeng Caco yang berukuran 3×5 meter meski sekadar bersilaturahmi. Hingga akhirnya Sulaeman bisa melamar gadis pujaannya dan mengucapkan ijab kabul pada Minggu (16/7/2017).

Diana sendiri mengaku senang dengan pribadi Sulaeman meski terpaut usia yang sangat jauh. Seorang kakek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mempersunting gadis berusia 18 tahun. Minggu (16/7/2017). Seorang kakek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mempersunting gadis berusia 18 tahun. Minggu (16/7/2017). (handout/Zainal Arifin) "Saya senang dan suka dan tolong doakan mudah-mudahan rumah tangga kami berjalan dengan baik serta diberikan rezeki," kata Diana yang hanya menempuh pendidikan tingkat sekolah dasar (SD). Ibu kandung Diana, Mariati sendiri telah meninggal dunia sejak tahun 2007 silam. 

Dia dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sicini, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Diana sendiri merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. Kakak sulungnya, Jamaluddin (21) telah berumah tangga.
Sementara adiknya, Riswandi (14) masih tinggal bersama dengannya. Ketiga bersaudara ini mengaku hanya menempuh pendidikan tingkat SD lantaran kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi.

Jawaban mengejutkan tentang suaminya Jodoh memang tak ada yang tahu. Inilah yang dialami Diana Daeng Ngani (18), putri dari Daeng Caco dan Daeng Ngisa (ibu tiri). Gadis asal Dusun Moncongloe, Desa Paccalekang, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu memilih membangun rumah tangga dengan pria yang lebih tua 44 tahun darinya. 

Diana kini menjadi suami Sulaeman Daeng Ngampa (62). Pesta pernikahan keduanya berlangsung Minggu (16/7/2017) di Moncongloe. Kabar pernikahan ini pun dibenarkan staf Desa Paccalekang, Irnawati saat ditemui di kantor desa, Senin (17/7/2017). "Iya kemarin acaranya. Saya juga dapat undangan, tapi tidak kesana karena baru dari Malino," katanya.

Hal ini juga didukung dengan surat keterangan nikah Diana yang masuk di kantor desa. "Hari Selasa (11/7/2017) kemarin, dia datang urus keterangan nikahnya. Datang sendiri-ji. Cantik memang. Sempat tanya, 'suka-ji sama itu calonnya?'. Katanya panjang ceritanya. Begitu-ji. Tidak dijodohkan-ji juga," katanya lagi.
KOMPAS.com/Kontributor Bone, Abdul Haq


Sumber : tribunnews.com

Siapkan Tisu! Ini 10 Foto Paling Menyentuh Hati yang berhasil Terekam Kamera, No 6 Bikin Baper


Foto bukan saja dijadikan sebagai tempat untuk mengabadikan momen. Tapi bisa lebih dari itu. Beberapa foto mampu mengungkapkan lebih dari seribu kata. Ekpresi yang dihasilkan dari foto mampu langsung masuk ke memori seseorang dan membuatnya seolah ikut merasakan perasaan yang ada pada gambar.

Dilansir  dari laman lolwot.com berikut 10 foto paling menyentuh di dunia.

1. Mencapai sesuatu yang mustahil

(lolwot.com)

Foto yang diambil pada 1987 ini menunjukkan Zbigniew Religa dan asistennya yang tidur di sudut ruangan tampak sedang beristirahat setelah perjuangan mereka dalam menyelesaikan operasi jantung pertama selama 23 jam.

Mereka menjadi orang pertama yang berhasil melakukannya dan mencetak sejarah di dunia kedokteran.

2. Teman terbaik

(lolwot.com)

Kebanyakan orang menganggap hewan peliharaan sebagai teman terbaik mereka. Namun, veteran perang ini menangis di samping tank yang sudah dia gunakan selama bertahun-tahun saat perang.
Kini tank kesayangannya itu telah berubah menjadi monumen.

3. Wajah kepolosan

(lolwot.com)
Berpakaian seperti orang dewasa, gadis kecil tetap menunjukkan jika dirinya hanyalah seorang anak.

4. Kegelapan

(lolwot.com)

Foto ini menangkap seorang pria yang tengah bekerja di dalam penambangan batu bara.

5. Seni di masa perang

(lolwot.com)

Seorang pengunjuk rasa di Ukraina bermain piano dan memotivasi semua orang dengan mengingatkan mereka apa yang mereka perjuangkan melalui kekuatan lagu.

6. LDR

(lolwot.com)

Foto ini menunjukkan sepasang kekasih yang mengucapkan selamat tinggal melalui jendela kereta.

7. Aku bukan orang jahat

(lolwot.com)

Foto ini menunjukan seorang pengunjuk rasa yang justru sedang berusaha meredam kebrutalan polisi.

8. Definisi kecantikan

(lolwot.com)

Foto ini menunjukan jika kecantikan itu bisa dimiliki siapa saja. Bukan saja milik mereka yang ada di depan majalah mode.

9. Menolong

(lolwot.com)

Sikap tolong menolong tak cuma diterapkan pada sesama manusia, tapi seluruh makhluk di bumi.

10. Perpisahan

(lolwot.com)

Foto ini mampu menguras air mata orang yang melihatnya. Bagaimana dua bersaudara ini harus dipisahkan negara selama puluhan tahun.


Sumber : tribunnews.com

Heboh! Merasa Dicurangi Pihak SPBU , Pria ini Coba Buktikan Langsung, Hasilnya Bikin Netizen Marah


Pria ini mengklaim dicurangi saat isi bensin di SPBU, videonya jadi viral. | Facebook/Beldy Risyan Hukom

Sebuah video yang diunggah oleh pengguna Facebook bernama Beldy Risyan Hukom, menjadi viral.

Video ini diunggah pada 30 Mei 2017.

Menurut Beldy Risyan Hukom, ia mengambil video ini pada hari yang sama, pukul 15.30 WIB.

Dalam video ini, Beldy Risyan Hukom membuktikan kecurangan yang dialaminya di sebuah SPBU di bilangan Jakarta Pusat.

Ia membeli bensin Pertamax, tapi yang didapatnya ternyata tak sesuai dengan jumlah yang dibayarnya.

Menurut Beldy Risyan Hukom, ia membeli Pertamax sebanyak 4 liter.

Ia mengaku sudah curiga karena ada kejanggalan saat petugas mengisikan bensin.

Ia kemudian komplain ke petugas pengisi.

Petugas itu lalu menyuruh Beldy Risyan Hukom  untuk komplain ke kantor.

Beldy Risyan Hukom kemudian memutuskan untuk membuktikan isi bensin di depan karyawan SPBU tersebut.

Beldy menguras bensin di motornya.

Nah, setelah bensin dikuras, isi bensin di dalam tangki motor Beldy ternyata hanya berisi 3 liter.

Petugas SPBU kemudian memberikan Beldy Risyan Hukom satu liter bensin di kaleng sebagai ganti rugi.

Lewat statusnya, Beldy menyayangkan insiden yang ia alami ini.

"Berapa kerugian yang dialami konsumen kalau mobil pengisian 20 liter dan didapatkan hanya 15 liter. Kalikan saja, semoga kita lebih jeli lagi saat di SPBU," tulis Beldy Risyan Hukom.

Belum juga sehari, video ini sudah dibagikan 17.000 kali oleh netizen di Facebook.

Sejumlah komentar rata-rata ikut menyayangkan kecurangan yang dialami Beldy.

Seperti yang ditulis pengguna FB dengan akun Aniek Maniest Mandzha : Hadehhhh mengerikannnn...perlu di laporkann itu..pasti udah banyk kondumrn yg jadi korbann,"

Beberapa juga khawatir akan mendapat perlakuan yang sama, sehingga meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini.

Lihat videonya :



Sumber : grid.id


Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua


Marcel (3) tampak terdiam sambil duduk di ruang tamu. Tangan kanannya memegang sepotong roti isi cokelat yang mengering. Kepalanya sedikit menengadah. Dia tak bisa berbicara dan berjalan dengan normal. 

Tepat di sampingnya, ada Soni (16), kakak dari Marcel. Mata Soni tampak sayu. Badannya tampak lesuh karena tengah demam.

Kedua anak itu tinggal dalam rumah bersama Desi, saudara kandung dari orangtua Soni dan Marcel.

Namun, menurut puskesmas setempat, Desi memiliki gangguan jiwa sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.

Rumah yang ditempati pun tergolong tak layak. Listrik di rumah mati, sementara air tergolong tak laik.

Barang-barang di rumah tampak berantakan. Hanya satu kamar yang ditempati. Itu pun ditempati oleh Desi.

Sementara itu, Soni dan Marcel tidur di ruang tamu dengan kasur yang sudah usang.

"Ibu sudah lama pergi, kalau bapak meninggal," kata Soni di rumahnya, Perumahan Bugel Mas Indah Blok D2 Nomor 15, Tangerang.

Dari cerita Soni, ayahnya meninggal sejak dua tahun lalu karena komplikasi penyakit. Sementara itu, sang ibu memilih untuk pergi meninggalkan dia dan Marcel karena menikah dengan pria lain.

Soni merupakan anak pertama, sedangkan Marcel adalah anak keempat. Sang ibu memilih untuk membawa anak kedua dan ketiga.

Soni tak mengetahui alasan sang ibu meninggalkan dia dan si bungsu. Sang ibu bertemu dengan Soni sekali dalam satu pekan dan memberikan uang Rp 30.000.

"Tiba-tiba (ibu) pergi dan saya enggak tahu kalau ibu sudah menikah," ujar Soni. Alhasil, Soni yang putus sekolah sejak kelas satu SMP itu harus berjibaku menghidupi dia dan sang adik.

Soni bekerja mulai dari membantu pedagang nasi goreng hingga pedagang kopi. Saat membantu pedagang nasi goreng, ia harus bekerja dari sore hingga tempat dagang tutup.

Sebagai imbalan, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan satu porsi nasi goreng.

"Nasi goreng itu buat saya dan Marcel makan malam. Saya bangunin dia saat malam untuk (sekadar) makan," kata Soni.

Namun, Soni berhenti dan berpindah kerja membantu warung kopi. Dia bekerja dari pagi hingga larut malam.

Di sana, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan dua potong roti untuk makan pagi. Soni bercerita, sehari-hari ia dan si bungsu makan dengan lauk tahu dan tempe.

Mereka makan saat Soni pulang kerja, sementara Desi makan dengan uang sendiri. Soni juga kerap dibantu diberi makan oleh tetangga dan pemerintah.

Namun, kondisi dia tak urung membaik. Kini Soni tak memiliki tujuan selain menghidupi sang adik.

Rasa sayangnya dengan sang adik membuat dia rela banting tulang untuk sekadar memberikan sesuap nasi kepada Marcel.



Mengejutkan! Temuan Batu di Gua Ini Langsung Ubah Nasib Penambang Miskin di Brasil


Nasib dan rizki memang hanya Tuhan yang tahu. Termasuk para penambang miskin di Pindobacu, sebuah kota kecil di Brasil.

Lewat cara tak terduga, mereka tiba-tiba mendapat rizki yang membuat mereka kaya mendadak.
Dilansir oleh G1 Globo, para penambang menemukan bongkahan zamrud raksasa.

Tak tanggung-tanggung, bongkahan zamrud itu punya bobot 362 kg. Setelah dijual, harga yang mereka dapatkan bikin tercengang : Rp 4 triliun! Batu mulia itu ditemukan di tambang Carnaiba.

Para penambang awalnya hanya melihat bongkahan batu berwarna hitam. Tapi batu memang terlihat istimewa, karena setelah terkena cahaya, terlihat bergemerlapan dengan warna hijau tua.

Para penambang pun susah payah mengeluarkan zamrud yang menyatu dengan bebatuan gua tersebut. Otoritas setempat memastikan batu itu akhirnya terjual ke seorang pengusaha tambang kaya raya.

Ia menolak disebut namanya, tapi pengacara bernama Marcio Jandir yang mengurus jual beli batu mulia itu.

Marcio mengatakan, ia telah mengurus segala sesuatunya, termasuk sertifikat keaslian dari batu tersebut. Si pemilik, bahkan mempersilakan museum di Brasil untuk memamerkannya.

Berita ini sudah dimuat di grid.id dengan judul Temukan Batu ini di Gua, Penambang Batu Miskin Kaya Mendadak